Selasa, 13 Agustus 2013

Manfaat Pijat Bayi

Pijat bayi adalah salah satu cara efektif untuk mempererat ikatan antara Bunda dan si kecil. Penelitian menunjukkan bahwa pijat bayi memiliki dampak positif bagi perkembangan bayi. Tapi tidak hanya si kecil yang mendapatkan manfaatnya, tapi juga Bunda. Beberapa manfaat pijat bayi di antaranya adalah:
Manfaat bagi bayi:
-          Membantu mengembangkan bahasa pertamanya, yaitu sentuhan. Walaupun dia belum bisa melihat Bunda dengan jelas, tapi dia bisa mengasosiasikan suara Bunda dengan sentuhan Bunda yang lembut
-          Memberikan si kecil perasaan aman, dihargai, dan dicintai
-          Membantu memperkuat sistem pencernaan, pernapasan, dan peredaran darah
-          Mengurangi gejala kolik dan sembelit
-          Menenangkan, sehingga membantu bayi tidur lebih nyenyak
Manfaat bagi orang tua:
-          Mengembangkan rasa percaya diri saat mengurus si kecil
-          Mendukung komunikasi penuh cinta di mana orang tua mengerti dan merespon bahasa tubuh bayi
-          Memberikan alasan untuk bersantai bersama si kecil
-          Meningkatkan kesadaran akan perkembangan dan pertumbuhan bayi

Bila Bunda ingin mencoba melakukan pijat bayi pada si kecil, ada beberapa tips yang bisa Bunda coba, yaitu:
  1. Pijat bayi pada pagi dan sore hari
  2. Lakukan sebelum waktu tidur
  3. Tunggu paling tidak 30 menit setelah menyusui si kecil sebelum memijat bayi
  4. Gunakan baby oil yang lembut dan sesuai dengan kulit bayi
  5. Saat memijat, putarkan musik yang menenangkan dan redupkan lampu ruangan
  6. Untuk mempererat ikatan dengan si kecil, jaga kontak mata dengan bayi dan bicaralah dengan suara yang menenangkan
  7. Pijat bayi dengan lembut sambil perhatikan ekspresi si kecil untuk melihat cara memijat yang dia sukai

Manfaat Pijat Bayi

Pijat bayi adalah salah satu cara efektif untuk mempererat ikatan antara Bunda dan si kecil. Penelitian menunjukkan bahwa pijat bayi memiliki dampak positif bagi perkembangan bayi. Tapi tidak hanya si kecil yang mendapatkan manfaatnya, tapi juga Bunda. Beberapa manfaat pijat bayi di antaranya adalah:
Manfaat bagi bayi:
-          Membantu mengembangkan bahasa pertamanya, yaitu sentuhan. Walaupun dia belum bisa melihat Bunda dengan jelas, tapi dia bisa mengasosiasikan suara Bunda dengan sentuhan Bunda yang lembut
-          Memberikan si kecil perasaan aman, dihargai, dan dicintai
-          Membantu memperkuat sistem pencernaan, pernapasan, dan peredaran darah
-          Mengurangi gejala kolik dan sembelit
-          Menenangkan, sehingga membantu bayi tidur lebih nyenyak
Manfaat bagi orang tua:
-          Mengembangkan rasa percaya diri saat mengurus si kecil
-          Mendukung komunikasi penuh cinta di mana orang tua mengerti dan merespon bahasa tubuh bayi
-          Memberikan alasan untuk bersantai bersama si kecil
-          Meningkatkan kesadaran akan perkembangan dan pertumbuhan bayi

Bila Bunda ingin mencoba melakukan pijat bayi pada si kecil, ada beberapa tips yang bisa Bunda coba, yaitu:
  1. Pijat bayi pada pagi dan sore hari
  2. Lakukan sebelum waktu tidur
  3. Tunggu paling tidak 30 menit setelah menyusui si kecil sebelum memijat bayi
  4. Gunakan baby oil yang lembut dan sesuai dengan kulit bayi
  5. Saat memijat, putarkan musik yang menenangkan dan redupkan lampu ruangan
  6. Untuk mempererat ikatan dengan si kecil, jaga kontak mata dengan bayi dan bicaralah dengan suara yang menenangkan
  7. Pijat bayi dengan lembut sambil perhatikan ekspresi si kecil untuk melihat cara memijat yang dia sukai
- See more at: http://www.zwitsal.co.id/bayi/bayi-1-month/204-manfaat-pijat-bayi#sthash.5zZVCB0L.dpuf

Manfaat Pijat Bayi

Pijat bayi adalah salah satu cara efektif untuk mempererat ikatan antara Bunda dan si kecil. Penelitian menunjukkan bahwa pijat bayi memiliki dampak positif bagi perkembangan bayi. Tapi tidak hanya si kecil yang mendapatkan manfaatnya, tapi juga Bunda. Beberapa manfaat pijat bayi di antaranya adalah:
Manfaat bagi bayi:
-          Membantu mengembangkan bahasa pertamanya, yaitu sentuhan. Walaupun dia belum bisa melihat Bunda dengan jelas, tapi dia bisa mengasosiasikan suara Bunda dengan sentuhan Bunda yang lembut
-          Memberikan si kecil perasaan aman, dihargai, dan dicintai
-          Membantu memperkuat sistem pencernaan, pernapasan, dan peredaran darah
-          Mengurangi gejala kolik dan sembelit
-          Menenangkan, sehingga membantu bayi tidur lebih nyenyak
Manfaat bagi orang tua:
-          Mengembangkan rasa percaya diri saat mengurus si kecil
-          Mendukung komunikasi penuh cinta di mana orang tua mengerti dan merespon bahasa tubuh bayi
-          Memberikan alasan untuk bersantai bersama si kecil
-          Meningkatkan kesadaran akan perkembangan dan pertumbuhan bayi

Bila Bunda ingin mencoba melakukan pijat bayi pada si kecil, ada beberapa tips yang bisa Bunda coba, yaitu:
  1. Pijat bayi pada pagi dan sore hari
  2. Lakukan sebelum waktu tidur
  3. Tunggu paling tidak 30 menit setelah menyusui si kecil sebelum memijat bayi
  4. Gunakan baby oil yang lembut dan sesuai dengan kulit bayi
  5. Saat memijat, putarkan musik yang menenangkan dan redupkan lampu ruangan
  6. Untuk mempererat ikatan dengan si kecil, jaga kontak mata dengan bayi dan bicaralah dengan suara yang menenangkan
  7. Pijat bayi dengan lembut sambil perhatikan ekspresi si kecil untuk melihat cara memijat yang dia sukai
- See more at: http://www.zwitsal.co.id/bayi/bayi-1-month/204-manfaat-pijat-bayi#sthash.5zZVCB0L.dpuf

Manfaat Pijat Bayi

Pijat bayi adalah salah satu cara efektif untuk mempererat ikatan antara Bunda dan si kecil. Penelitian menunjukkan bahwa pijat bayi memiliki dampak positif bagi perkembangan bayi. Tapi tidak hanya si kecil yang mendapatkan manfaatnya, tapi juga Bunda. Beberapa manfaat pijat bayi di antaranya adalah:
Manfaat bagi bayi:
-          Membantu mengembangkan bahasa pertamanya, yaitu sentuhan. Walaupun dia belum bisa melihat Bunda dengan jelas, tapi dia bisa mengasosiasikan suara Bunda dengan sentuhan Bunda yang lembut
-          Memberikan si kecil perasaan aman, dihargai, dan dicintai
-          Membantu memperkuat sistem pencernaan, pernapasan, dan peredaran darah
-          Mengurangi gejala kolik dan sembelit
-          Menenangkan, sehingga membantu bayi tidur lebih nyenyak
Manfaat bagi orang tua:
-          Mengembangkan rasa percaya diri saat mengurus si kecil
-          Mendukung komunikasi penuh cinta di mana orang tua mengerti dan merespon bahasa tubuh bayi
-          Memberikan alasan untuk bersantai bersama si kecil
-          Meningkatkan kesadaran akan perkembangan dan pertumbuhan bayi

Bila Bunda ingin mencoba melakukan pijat bayi pada si kecil, ada beberapa tips yang bisa Bunda coba, yaitu:
  1. Pijat bayi pada pagi dan sore hari
  2. Lakukan sebelum waktu tidur
  3. Tunggu paling tidak 30 menit setelah menyusui si kecil sebelum memijat bayi
  4. Gunakan baby oil yang lembut dan sesuai dengan kulit bayi
  5. Saat memijat, putarkan musik yang menenangkan dan redupkan lampu ruangan
  6. Untuk mempererat ikatan dengan si kecil, jaga kontak mata dengan bayi dan bicaralah dengan suara yang menenangkan
  7. Pijat bayi dengan lembut sambil perhatikan ekspresi si kecil untuk melihat cara memijat yang dia sukai
- See more at: http://www.zwitsal.co.id/bayi/bayi-1-month/204-manfaat-pijat-bayi#sthash.5zZVCB0L.dpuf

Manfaat Pijat Bayi

Pijat bayi adalah salah satu cara efektif untuk mempererat ikatan antara Bunda dan si kecil. Penelitian menunjukkan bahwa pijat bayi memiliki dampak positif bagi perkembangan bayi. Tapi tidak hanya si kecil yang mendapatkan manfaatnya, tapi juga Bunda. Beberapa manfaat pijat bayi di antaranya adalah:
Manfaat bagi bayi:
-          Membantu mengembangkan bahasa pertamanya, yaitu sentuhan. Walaupun dia belum bisa melihat Bunda dengan jelas, tapi dia bisa mengasosiasikan suara Bunda dengan sentuhan Bunda yang lembut
-          Memberikan si kecil perasaan aman, dihargai, dan dicintai
-          Membantu memperkuat sistem pencernaan, pernapasan, dan peredaran darah
-          Mengurangi gejala kolik dan sembelit
-          Menenangkan, sehingga membantu bayi tidur lebih nyenyak
Manfaat bagi orang tua:
-          Mengembangkan rasa percaya diri saat mengurus si kecil
-          Mendukung komunikasi penuh cinta di mana orang tua mengerti dan merespon bahasa tubuh bayi
-          Memberikan alasan untuk bersantai bersama si kecil
-          Meningkatkan kesadaran akan perkembangan dan pertumbuhan bayi

Bila Bunda ingin mencoba melakukan pijat bayi pada si kecil, ada beberapa tips yang bisa Bunda coba, yaitu:
  1. Pijat bayi pada pagi dan sore hari
  2. Lakukan sebelum waktu tidur
  3. Tunggu paling tidak 30 menit setelah menyusui si kecil sebelum memijat bayi
  4. Gunakan baby oil yang lembut dan sesuai dengan kulit bayi
  5. Saat memijat, putarkan musik yang menenangkan dan redupkan lampu ruangan
  6. Untuk mempererat ikatan dengan si kecil, jaga kontak mata dengan bayi dan bicaralah dengan suara yang menenangkan
  7. Pijat bayi dengan lembut sambil perhatikan ekspresi si kecil untuk melihat cara memijat yang dia sukai
- See more at: http://www.zwitsal.co.id/bayi/bayi-1-month/204-manfaat-pijat-bayi#sthash.5zZVCB0L.dpuf

Manfaat Pijat Bayi

Pijat bayi adalah salah satu cara efektif untuk mempererat ikatan antara Bunda dan si kecil. Penelitian menunjukkan bahwa pijat bayi memiliki dampak positif bagi perkembangan bayi. Tapi tidak hanya si kecil yang mendapatkan manfaatnya, tapi juga Bunda. Beberapa manfaat pijat bayi di antaranya adalah:
Manfaat bagi bayi:
-          Membantu mengembangkan bahasa pertamanya, yaitu sentuhan. Walaupun dia belum bisa melihat Bunda dengan jelas, tapi dia bisa mengasosiasikan suara Bunda dengan sentuhan Bunda yang lembut
-          Memberikan si kecil perasaan aman, dihargai, dan dicintai
-          Membantu memperkuat sistem pencernaan, pernapasan, dan peredaran darah
-          Mengurangi gejala kolik dan sembelit
-          Menenangkan, sehingga membantu bayi tidur lebih nyenyak
Manfaat bagi orang tua:
-          Mengembangkan rasa percaya diri saat mengurus si kecil
-          Mendukung komunikasi penuh cinta di mana orang tua mengerti dan merespon bahasa tubuh bayi
-          Memberikan alasan untuk bersantai bersama si kecil
-          Meningkatkan kesadaran akan perkembangan dan pertumbuhan bayi

Bila Bunda ingin mencoba melakukan pijat bayi pada si kecil, ada beberapa tips yang bisa Bunda coba, yaitu:
  1. Pijat bayi pada pagi dan sore hari
  2. Lakukan sebelum waktu tidur
  3. Tunggu paling tidak 30 menit setelah menyusui si kecil sebelum memijat bayi
  4. Gunakan baby oil yang lembut dan sesuai dengan kulit bayi
  5. Saat memijat, putarkan musik yang menenangkan dan redupkan lampu ruangan
  6. Untuk mempererat ikatan dengan si kecil, jaga kontak mata dengan bayi dan bicaralah dengan suara yang menenangkan
  7. Pijat bayi dengan lembut sambil perhatikan ekspresi si kecil untuk melihat cara memijat yang dia sukai
- See more at: http://www.zwitsal.co.id/bayi/bayi-1-month/204-manfaat-pijat-bayi#sthash.5zZVCB0L.dpuf

Manfaat Pijat Bayi

Pijat bayi adalah salah satu cara efektif untuk mempererat ikatan antara Bunda dan si kecil. Penelitian menunjukkan bahwa pijat bayi memiliki dampak positif bagi perkembangan bayi. Tapi tidak hanya si kecil yang mendapatkan manfaatnya, tapi juga Bunda. Beberapa manfaat pijat bayi di antaranya adalah:
Manfaat bagi bayi:
-          Membantu mengembangkan bahasa pertamanya, yaitu sentuhan. Walaupun dia belum bisa melihat Bunda dengan jelas, tapi dia bisa mengasosiasikan suara Bunda dengan sentuhan Bunda yang lembut
-          Memberikan si kecil perasaan aman, dihargai, dan dicintai
-          Membantu memperkuat sistem pencernaan, pernapasan, dan peredaran darah
-          Mengurangi gejala kolik dan sembelit
-          Menenangkan, sehingga membantu bayi tidur lebih nyenyak
Manfaat bagi orang tua:
-          Mengembangkan rasa percaya diri saat mengurus si kecil
-          Mendukung komunikasi penuh cinta di mana orang tua mengerti dan merespon bahasa tubuh bayi
-          Memberikan alasan untuk bersantai bersama si kecil
-          Meningkatkan kesadaran akan perkembangan dan pertumbuhan bayi

Bila Bunda ingin mencoba melakukan pijat bayi pada si kecil, ada beberapa tips yang bisa Bunda coba, yaitu:
  1. Pijat bayi pada pagi dan sore hari
  2. Lakukan sebelum waktu tidur
  3. Tunggu paling tidak 30 menit setelah menyusui si kecil sebelum memijat bayi
  4. Gunakan baby oil yang lembut dan sesuai dengan kulit bayi
  5. Saat memijat, putarkan musik yang menenangkan dan redupkan lampu ruangan
  6. Untuk mempererat ikatan dengan si kecil, jaga kontak mata dengan bayi dan bicaralah dengan suara yang menenangkan
  7. Pijat bayi dengan lembut sambil perhatikan ekspresi si kecil untuk melihat cara memijat yang dia sukai
- See more at: http://www.zwitsal.co.id/bayi/bayi-1-month/204-manfaat-pijat-bayi#sthash.5zZVCB0L.dpuf

Manfaat Pijat Bayi

Pijat bayi adalah salah satu cara efektif untuk mempererat ikatan antara Bunda dan si kecil. Penelitian menunjukkan bahwa pijat bayi memiliki dampak positif bagi perkembangan bayi. Tapi tidak hanya si kecil yang mendapatkan manfaatnya, tapi juga Bunda. Beberapa manfaat pijat bayi di antaranya adalah:
Manfaat bagi bayi:
-          Membantu mengembangkan bahasa pertamanya, yaitu sentuhan. Walaupun dia belum bisa melihat Bunda dengan jelas, tapi dia bisa mengasosiasikan suara Bunda dengan sentuhan Bunda yang lembut
-          Memberikan si kecil perasaan aman, dihargai, dan dicintai
-          Membantu memperkuat sistem pencernaan, pernapasan, dan peredaran darah
-          Mengurangi gejala kolik dan sembelit
-          Menenangkan, sehingga membantu bayi tidur lebih nyenyak
Manfaat bagi orang tua:
-          Mengembangkan rasa percaya diri saat mengurus si kecil
-          Mendukung komunikasi penuh cinta di mana orang tua mengerti dan merespon bahasa tubuh bayi
-          Memberikan alasan untuk bersantai bersama si kecil
-          Meningkatkan kesadaran akan perkembangan dan pertumbuhan bayi

Bila Bunda ingin mencoba melakukan pijat bayi pada si kecil, ada beberapa tips yang bisa Bunda coba, yaitu:
  1. Pijat bayi pada pagi dan sore hari
  2. Lakukan sebelum waktu tidur
  3. Tunggu paling tidak 30 menit setelah menyusui si kecil sebelum memijat bayi
  4. Gunakan baby oil yang lembut dan sesuai dengan kulit bayi
  5. Saat memijat, putarkan musik yang menenangkan dan redupkan lampu ruangan
  6. Untuk mempererat ikatan dengan si kecil, jaga kontak mata dengan bayi dan bicaralah dengan suara yang menenangkan
  7. Pijat bayi dengan lembut sambil perhatikan ekspresi si kecil untuk melihat cara memijat yang dia sukai
- See more at: http://www.zwitsal.co.id/bayi/bayi-1-month/204-manfaat-pijat-bayi#sthash.5zZVCB0L.dpuf

Manfaat Pijat Bayi

Pijat bayi adalah salah satu cara efektif untuk mempererat ikatan antara Bunda dan si kecil. Penelitian menunjukkan bahwa pijat bayi memiliki dampak positif bagi perkembangan bayi. Tapi tidak hanya si kecil yang mendapatkan manfaatnya, tapi juga Bunda. Beberapa manfaat pijat bayi di antaranya adalah:
Manfaat bagi bayi:
-          Membantu mengembangkan bahasa pertamanya, yaitu sentuhan. Walaupun dia belum bisa melihat Bunda dengan jelas, tapi dia bisa mengasosiasikan suara Bunda dengan sentuhan Bunda yang lembut
-          Memberikan si kecil perasaan aman, dihargai, dan dicintai
-          Membantu memperkuat sistem pencernaan, pernapasan, dan peredaran darah
-          Mengurangi gejala kolik dan sembelit
-          Menenangkan, sehingga membantu bayi tidur lebih nyenyak
Manfaat bagi orang tua:
-          Mengembangkan rasa percaya diri saat mengurus si kecil
-          Mendukung komunikasi penuh cinta di mana orang tua mengerti dan merespon bahasa tubuh bayi
-          Memberikan alasan untuk bersantai bersama si kecil
-          Meningkatkan kesadaran akan perkembangan dan pertumbuhan bayi

Bila Bunda ingin mencoba melakukan pijat bayi pada si kecil, ada beberapa tips yang bisa Bunda coba, yaitu:
  1. Pijat bayi pada pagi dan sore hari
  2. Lakukan sebelum waktu tidur
  3. Tunggu paling tidak 30 menit setelah menyusui si kecil sebelum memijat bayi
  4. Gunakan baby oil yang lembut dan sesuai dengan kulit bayi
  5. Saat memijat, putarkan musik yang menenangkan dan redupkan lampu ruangan
  6. Untuk mempererat ikatan dengan si kecil, jaga kontak mata dengan bayi dan bicaralah dengan suara yang menenangkan
  7. Pijat bayi dengan lembut sambil perhatikan ekspresi si kecil untuk melihat cara memijat yang dia sukai
- See more at: http://www.zwitsal.co.id/bayi/bayi-1-month/204-manfaat-pijat-bayi#sthash.5zZVCB0L.dpuf

Kamis, 08 Agustus 2013

SENAM NIFAS


Latar Belakang

Masa nifas adalah masa dua jam setelah lahirnya placenta sampai enam minggu berikutnya. Perawatan ibu nifas meliputi: pemenuhan sehari-hari, memeriksa payudara, uterus, lokea, perineum (luka episiotomy dan hemoroid), kandung kencing dan psikis ibu, menganjurkan untuk mobilisasi dini (Manuaba,1999:150). Salah satu bentuk mobilisasi setelah bersalin adalah senam nifas yang sangat penting untuk mengembalikan tonus otot-otot perut (Iis Sinsin,2008:119). Senam nifas memberikan latihan gerak secepat mungkin agar otot-otot yang mengalami peregangan selama kehamilan dan persalinan kembali normal (Mutia Alisjahbana,2008). Senam nifas merupakan bentuk ambulasi dini pada ibu-ibu nifas yang salah satu tujuannya untuk memperlancar proses involusi, sedangkan ketidaklancaran proses involusi dapat berakibat buruk pada ibu nifas seperti terjadi pendarahan yang bersifat lanjut dan kelancaran proses involusi (Iis Sinsin,2008:118). Menurut Hellen Farer (2001) dalam bukunya menyatakan bahwa kebanyakan ibu nifas enggan untuk melakukan pergerakan, mereka khawatir gerakan yang dilakukan justru menimbulkan dampak seperti nyeri dan perdarahan. Kenyataanya pada ibu nifas yang tidak melakukan senam nifas berdampak kurang baik seperti timbul perdarahan atau infeksi. Masih banyak ibu-ibu nifas takut untuk bergerak sehingga menggunakan sebagian waktunya untuk tidur terus menerus.


Konsep Dasar Nifas (puerperium)

1.Pengertian Nifas (puerperium)

Masa nifas (puerperium) dimulai setelah plasenta lahir dan berakhir ketika alat-alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil, masa nifas berlangsung selama kira-kira 6 minggu (Saifuddin, 2002:122).
Masa nifas (puerperium) adalahmasa pulih kembali, mulai dari persalinan selesai sampai alat-alat kaandungan kembali seperti pra-hamil.masa nifas ini yaitu 6 minggu (Mochtar, 1998:122)



2. Pembagian masa nifas

Menurut Muctar R (1998:115) masa nifas di bagi menjadi 3 periode.
a. Puerperium Dini
Yang di maksud adalah kepulihan dimana ibu di perbolehkan berdiri dan berjalan. Sekarang tidak di anggap perlu lagi menahan ibu pasca persalinan terlentang di tempat tidurnya selama 7-14 hari setelah melahirkan.
b. Pueperiun Intermedial
Adalah kepulihan menyeluruh alat alat genetalia external dan internal yang lamanya 6-10 minggu.
c. Remote Puerperium
Adalah waktu yang diperlukan untuk pulih dan sehat sempurna terutama bila selama hamil atau waktu persalinan mempunyai komplikasi waktu untuk sehat sempurna bisa berminggu-minggu.
3. Perubahan-perubahan yang terjadi pada masa nifas
Menurut Bubak (2002) perubahan yang terjadi pada masa nifas :
a. Involusi uteri
Involusi atau pengerutan uterus adalah suatu proses dimana uterus kembali ke kondisi sebelum hamil dengan bobot hanya 60 gram.
b. Lochea
Lochea adalah cairan yang keluar dari liang senggama pada masa nifas (Manuaba,1999:151)
Lochea adalah cairan secret yang yang berasal dari kavum uteri dan vagina dalam masa nifas (Mochtar,1998:116)
1) Lochea Rubra
Berisi darah segar dan sisa-sisa selaput ketuban, sel-sel desidua, verniks kaseosa, lanugo, dan mekoneum, selama 2 hari pasca persalinan.
2) lochea Sanguinolenta
Berwarna merah kuning berisi darah dan lendir, hari ke 3-7 pasca persalinan
3) Lochea Serosa
Berwarna kuning , cairan tidak merah lagi, pada hari ke 7-14 pasca persalinan.
4) Lochea Alba
Cairan putih setelah 2 minggu
c. Laktasi
Menurut Wiknjosastro (2002:239) sejak kehamilan muda, sudah terdapat persiapan pada kelenjar mamae untuk menghadapi masa laktasi ini perubahab yang terdapat pada kedua mamae antara lain sebagai berikut.
1) Proliferasi jaringan, terutama kelenjar dan alveolus mamae dari lemak.
2) Pada duktus laktiverus terdapat cairan yangkadang-kadang di keluarkan berwarna kuning (kolostrum).
3) Hepervaskulerisasi terdapat pada permukaan maupun pada bagian mamae.
4) Setelah partus, pengaruh oksitosin mengakibatkan miopitelium kelenjar susu berkontraksi, sehingga keluar air susu.

Konsep Dasar Senam Nifas


1.Pengertian

Senam nifas adalah senam yang di lakukan pada saat seorang ibu menjalani masa nifas atau masa setelah melahirkan (Idamaryanti,2009).
Senam nifas adalah latihan gerak yang dilakukan secepat mungkin setelah melahirkan, supaya otot-otot yang mengalami peregangan selama kehamilan dan persalinan dapat kembali kepada kondisi normal seperti semula (Ervinasby,2008).
Senam nifas dapat di mulai 6 jam setelah melahirkan dan dalam pelaksanaanya harus dilakukan secara bertahap, sistematis dan kontinyu (Alijahbana,2008).

2. Tujuan senam nifas

Tujuan senaam nifas di antaranya:
a. Memperlancar terjadinya proses involusi uteri (kembalinya rahim ke bentuk semula).
b. Mempercepat pemulihan kondisi tubuh ibu setelah melahirkan pada kondisi semula.
c. Mencegah komplikasi yang mungkin timbul selama menjalani masa nifas.
d. Memelihara dan memperkuat kekuatan otot perut, otot dasar panggul, serta otot pergerakan.
e. Memperbaiki sirkulasi darah, sikap tubuh setelah hamil dan melahirkan, tonus otot pelvis, regangan otot tungkai bawah.
f. Menghindaripembengkakan pada pergelangan kaki dan mencegah timbulnya varises.

3. Manfaat senam nifas

a. Membantu penyembuhan rahim, perut, dan otot pinggul yang mengalami trauma serta mempercepat kembalinya bagian-bagian tersebut kebentuk normal.
b. Membantu menormalkan sendi-sendi yang menjadi longgar diakibatkan kehamilan.
c. Menghasilkan manfaat psikologis menambah kemampuan menghadapi stress dan bersantai sehingga mengurangi depresi pasca persalinan.

4. Syarat senam nifas

Senam nifas dapat di lakukan setelah persalinan, tetapi dengan ketentuan sebagai berikut:
a. Untuk ibu melahirkan yang sehat dan tidak ada kelainan.
b. Senam ini dilakukan setelah 6 jam persalinan dan dilakukan di rumah sakit atau rumah bersalin, dan diulang terus di rumah.

5. Kerugian Bila Tidak Melakukan senam nifas

a. Infeksi karena involusi uterus yang tidak baik sehingga sisa darah tidak dapat dikeluarkan.
b. Perdarahan yang abnormal, kontraksi uterus baik sehingga resiko perdarahan yang abnormal dapat dihindarkan.
c. Trombosis vena (sumbatan vena oleh bekuan darah).
d. Timbul varises.
6. Cara melakukan senam nifas
a. Latihan senam nifas
1) Hari pertama, sikap tubih terlentang dan rileks, kemudian lakukan pernafasan perut diawali dengan mengambil nafas melalui hidung dan tahan 3 detik kemudian buang melalui mulut, Lakukan 5-10 kali.
Rasional :
Setelah melahirkan peredaran darah dan pernafasan belum kembali normal. Latihan pernafasan ini ditujukan untuk memperlancar peredaran darah dan pernafasan. Seluruh organ-organ tubuh akan teroksigenasi dengan baik sehingga hal ini juga akan membantu proses pemulihan tubuh.
2) Hari kedua, sikap tubuh terlentang, Kedua tangan dibuka lebar hingga sejajar dengan bahu kemudian pertemukan kedua tangan tersebut tepat di atas muka. Lakukan 5-10 kali.
Rasional : Latihan ini di tujukan untuk memulihakan dan menguatkan kembali otot-otot lengan.
3) Hari ketiga, sikap tubuh terlentang, kedua kaki agak dibengkokkan sehingga kedua telapak kaki berada dibawah. Lalu angkat pantat ibu dan tahan hingga hitungan ketiga lalu turunkan pantat keposisi semula. Ulangi 5-10 kali.
Rasional :
Latihan ini di tujukan untuk menguatkan kembali otot-otot daar panggul yang sebelumnya otot-otot ini bekerja dengan keras selama kehamilan dan persalinan.
4) Hari keempat, tidur terlentang dan kaki ditekuk ± 45°, kemudian salah satu tangan memegang perut setelah itu angkat tubuh ibu ± 45° dan tahan hingga hitungan ketiga.
Rasional :
Latihan ini di tujukan untuk memulihakan dan menguatkan kembali otot-otot punggung.
5) Hari kelima, tidur terlentang, salah satu kaki ditekuk ± 45°, kemudian angkat tubuh dan tangan yang berseberangan dengan kaki yang ditekuk usahakan tangan menyentuh lutut. Gerakan ini dilakukan secara bergantian hingga 5 kali.


Rasional :

Latihan ini bertujuan untuk elatih sekaligus otot-otot tubuh diantaranya otot-otot punggung, otot-otot bagian perut, dan otot-otot paha.
6) Hari keenam, Sikap tubuh terlentang kemudian tarik kaki sehingga paha membentuk 90° lakukan secara bergantian hingga 5 kali.
Rasional:
Latihan ini ditujukan untuk menguatkan otot-otot di kaki yang selama kehamilan menyangga beban yang berat. Selain itu untuk memperlancar sirkulasi di daerah kaki sehingga mengurangi resiko edema kaki.


GAMBAR SENAM NIFAS

1.Berbaring dengan lutut di tekuk. Tempatkan tangan diatas perut di bawah area iga-iga. Napas dalam dan lambat melalui hidung dan kemudian keluarkan melalui mulut, kencangkan dinding abdomen untuk membantu mengosongkan paru-paru



2.Berbaring telentang, lengan dikeataskan diatas kepala, telapak terbuka keatas. Kendurkan lengan kiri sedikit dan regangkan lengan kanan. Pada waktu yang bersamaaan rilekskan kaki kiri dan regangkan kaki kanan sehingga ada regangan penuh pada seluruh bagian kanan tubuh.



3.Kontraksi vagina. Berbaring telentang. Kedua kaki sedikit diregangkan. Tarik dasar panggul, tahan selama tiga detik dan kemudian rileks.



4.Memiringkan panggul. Berbaring, lutut ditekuk. Kontraksikan/kencangkan otot-otot perut sampai tulang punggung mendatar dan kencangkan otot-otot bokong tahan 3 detik kemudian rileks.



5.Berbaring telentang, lutut ditekuk, lengan dijulurkan ke lutut. Angkat kepala dan bahu kira-kira 45 derajat, tahan 3 detik dan rilekskan dengan perlahan.



6.Posisi yang sama seperti diatas. Tempatkan lengan lurus di bagian luar lutut kiri.



7.Tidur telentang, kedua lengan di bawah kepala dan kedua kaki diluruskan. angkat kedua kaki sehingga pinggul dan lutut mendekati badan semaksimal mungkin. Lalu luruskan dan angkat kaki kiri dan kanan vertical dan perlahan-lahan turunkan kembali ke lantai.



8.tidur telentang dengan kaki terangkat ke atas, dengan jalan meletakkan kursi di ujung kasur, badan agak melengkung dengan letak pada dan kaki bawah lebih atas. Lakukan gerakan pada jari-jari kaki seperti mencakar dan meregangkan. Lakukan ini selama setengah menit.



9.Gerakan ujung kaki secara teratur seperti lingkaran dari luar ke dalam dan dari dalam keluar. Lakukan gerakan ini selama setengah menit.




10.Lakukan gerakan telapak kaki kiri dan kanan ke atas dan ke bawah seperti gerakan menggergaji. Lakukan selama setengah menit.





11.Tidur telentang kedua tangan bebas bergerak. Lakukan gerakan dimana lutut mendekati badan, bergantian kaki kiri dan kaki kanan, sedangkan tangan memegang ujung kaki, dan urutlah mulai dari ujung kaki sampai batas betis, lutut dan paha. Lakukan gerakan ini 8 sampai 10 setiap hari.





12.berbaring telentang, kaki terangkan ke atas, kedua tangan di bawah kepala. Jepitlah bantal diantara kedua kakidan tekanlah sekuat-kkuatnya. Pada waktu bersamaan angkatlah pantat dari kasur dengan melengkungkan badan. Lakukan sebanyak 4 sampai 6 kali selama setengah menit.




13.Tidur telentang, kaki terangkat ke atas, kedua lengan di samping badan. kaki kanan disilangkan di atas kaki kiri dan tekan yang kuat. Pada saat yang sama tegangkan kaki dan kendorkan lagi perlahan-lahan dalam gerakan selama 4 detik. Lakukanlah ini 4 sampai 6 kali selama setengah menit.



Apa tujuan latihan Sikap tubuh terlentang menarik kaki sehingga paha membentuk 90° ?
a. Menguatkan otot-otot punggung.
b. Menguatkan otot-otot di kaki dan memperlancar sirkulasi sehingga mengurangi resiko edema kaki
c. Menguatkan otot-otot bagian perut.
d. Menguatkan kembali otot-otot dasar panggul.

 Berikut adalah video senam nifas:

PEMASANGAN ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM (AKDR)



Alat  Kontrasepsi  Dalam  Rahim  (AKDR)  atau  Intra-Uterine  Device
(IUD)  adalah  alat  kontrasepsi  yang  dimasukkan  kedalam  rahim  yang
bentuknya  bermacam-macam,  terbuat  dari  plastik  yang  dililit  tembaga  atau
tembaga  bercampur  perak  yang  dapat  berisi  hormon.  Waktu  penggunaannya
bisa mencapai 10 tahun.
Cara Kerja :
Ø  Mencegah masuknya spermatozoa / sel mani ke saluran tuba
Ø   Lilitan logam menyebabkan reaksi anti fertilitas.
 Efektifitas : Sekitar 99 %.
Keuntungan :
·         Praktis dan ekonomis 
·         Efektivitas tinggi (angka kegagalan kecil) 
·         Kesuburan segera kembali jika dibuka 
·         Tidak harus mengingat seperti kontrasepsi pil
·         Tidak mengganggu pemberian ASI. 
Kerugian :
Dapat keluar sendiri jika IUD tidak cocok dengan ukuran rahim pemakai.
Cara Penggunaan :  
Pemasangan  IUD  sebaiknya  dilakukan  pada  saat  menstruasi.  Pemilihan
IUD yang akan digunakan tergantung :
1.     IUD  yang  dipasang  harus  mempunyai  efektivitas  kontraseptif  yang  tinggi dan angka kegagalan serta efek samping yang rendah
2.     Prinsip  yang  penting  adalah  IUD  harus  mudah  dipasang  ,  tetapi  tidak bisa lepas sendiri (ekspulsi)
3.    Ukuran IUD harus sesuai dengan besar rahim
4.    Riwayat pemakaian IUD jenis tertentu sebelumnya
 Yang Tidak Boleh Menggunakan / Kontra Indikasi :
·         Kehamilan
·          Gangguan perdarahan
·         Peradangan alat kelamin 
·         Kecurigaan kanker pada alat kelamin
·         Tumor jinak rahim
·         Radang panggul.

Efek / Akibat Samping :
·         Terjadi perdarahan yang lebih banyak dan lebih lama pada masa menstruasi
·         Keluar bercak-bercak darah (spotting) setelah 1 atau 2 hari pemasangan
·         Keram / nyeri selama menstruasi
·         Keputihan.  
Jenis-jenis IUD dalam Program KB Nasional :
·         Lippes Loop (A, B, C dan D)
·          Copper T (220 dan 380 Ag)
·         Multi Load (Mini, Short dan Standard)
Kunjungan Ulang :
·         Pemakai  harus  datang  ke  klinik  dalam  1  minggu  -  6  minggu  untuk pengecekan 
·         Jika ada keluhan atau masalah, pemakai harus segera kembali ke klinik.
ALATDAN BAHAN:
1.     IUD dan Inserter
2.    sarung tangan
3.    kain steril (duk) lubang
4.    spekulum
5.    tenakulum (cunam peluru)
6.    pinset
7.    klem 
8.    sonde rahim
9.      gunting
PROSEDUR TINDAKAN / PELAKSANAAN
·         Periksalah  apakah  alat    alat  sudah  disiapkan  dengan  lengkap  dan  sudah disterilkan
·         Memberi salam dan anamnesis seperlunya
 Ada dua cara pemasangan atau insersi IUD, yaitu cara dorong dan cara tarik.
Cara  dorong  digunakan  untuk  IUD  Lippes  Loop,  sedangkan  cara  tarik
digunakan untuk IUD Copper-T.
Teknik pemasangan IUD lippes loop (cara dorong)
·         Akseptor dipersilahkan berbaring dengan posisi litotomi, tangan ada di samping badan atau diatas kepala agar kedudukannya lebih santai dan otot tidak tegang
·          Untuk mensterilkan daerah vulva dan sekitarnya, dilakukan toilet dengan bahan    bahan  desinfektan.  Agar  tidak  mudah  terkena  kontaminasi  dari kulit di sekitar alat genitalia pada saat pemasangan IUD, maka dipasang duk (kain) steril yang berlubang
·         Spekulum yang ukurannya sesuai dipasang secara hati-hati pada vagina, sampai  porsio  dapat  ditampakkan  dengan  jelas.  Sekali  lagi  diamati apakah  ada  kelainan  pada  porsio  dan  vagina  yang  merupakan  kontra indikasi  pemasangan  IUD.  Rongga  vagina  dan  permukaan  porsio dibersihkan dibersihkan dengan bahan desinfektan.
·         Dengan  hati-hati  porsio  bagian  depan  dijepit  dengan  tenakulum,  agar porsio  dapat  terfiksasi.  Dilakukan  sondase  rongga  rahim  dengan  sonde rahim,  perhatikan  kelengkungan  sonde  terhadap  posisi  dan  kedudukan uterus  (ante  atau  retrofleksi).  Tujuan  melakukan  sondase  adalah mengetahui  arah  serta  panjang  rongga  rahim,  sehingga  dapat menentukan  ukuran  IUD  yang  harus  dipasang  dan  kedudukan  elips penghenti pada inserter.
·         IUD  Lippes  Loop  yang  berbentuk  seperti  spiral,  direndam  lebih  dahulu dalam  bahan  desinfektan  (biasanya  larutan  yodium).  IUD  diregangkan sehingga hampir lurus dan dimasukkan ke dalam inserter dari ujung yang menghadap  pasien.  Secara  perlahan,  IUD  dalam  inserter  didorong sedemikian rupa sehingga benang IUD keseluruhannya  masuk ke dalam inserter  dan  ujung  IUD  mencapai  tepat  sejajar  dengan  ujung  inserter yang menghadap ke arah pasien.
·         Tangan kiri pemasang  memegang pegangan tenakulum. Tabung inserter yang  didalamnya  sudah  ada  IUD  dan  pendorong  Inserter  secara  halus dimasukkan  ke  dalam  rongga  rahim  melalui  orifisium  uteri  eksternum dengan  tangan  kanan  sampai  melalui  kanalis  servikalis  (tidak  sampoai fundus).  Dengan hati-hati IUD didorong dengan pendorong inserter dan secara bersamaan tabung inserter ditarik perlahan keluar rongga rahim.  Tenakulum  dilepas,  dan  diperiksa  apakah  bekas  jepitan  pada  porsio mengeluarkan  darah.  Darah  yang  keluar  dari  luka  bekas  jepitan  dan keluar  dari  orifisium  uteri  eksternum  dibersihkan  dengan  kasa  kering. Benang  IUD  yang  terlalu  panjang  dipotong  dengan  gunting,  sehingga benang  yang  tertinggal  terjulur  dari  orifisium  uteri  eksternum  sampai kira-kira  2  atau  3  cm  dari  introitus  vagina.  Dengan  bahan  desinfektan dilakukan  desinfeksi  pada  daerah  orifisium  uteri  eksternum  dan  luka bekas tenakulum.
·          Spekulum  dilepas  dan  sebelum  mengakhiri  pemasangan,  dilakukan pemeriksaan  colok  vagina  untuk  memastikan  bahwa  seluruh  IUD  sudah masuk  ke  dalam  rongga  rahim  sehingga  ujung  IUD  tidak  teraba  lagi, serta untuk menempatkan benang IUD pada forniks anterior vagina agar tidak memberikan keluhan pada suami saat koitus.
·         Setelah  selesai  pemasangan  ditanyakan  pada  akseptor,  apakah  cukup nyaman dan tidak merasa pusing atau sakit perut yang berlebihan. Awasi juga keadaan umum akseptor sesudah pemasangan IUD.
TEKNIK  PEMASANGAN  IUD  COPPER-T  (CARA TARIK)
·         Akseptor dipersilahkan  berbaring dengan posisi  litotomi,  tangan  ada  di  samping  badan  atau  di  atas  kepala  agar kedudukannya lebih santai dan otot tidak tegang.
·         Untuk mensterilkan daerah vulva dan sekitarnya, dilakukan toilet dengan bahan    bahan  desinfektan.  Agar  tidak  mudah  terkena  kontaminasi  dari kulit di sekitar alat genitalia pada saat pemasangan IUD, maka dipasang duk (kain) steril yang berlubang Spekulum yang ukurannya sesuai dipasang secara hati-hati pada vagina, sampai  porsio  dapat  ditampakkan  dengan  jelas.  Sekali  lagi  diamati apakah  ada  kelainan  pada  porsio  dan  vagina  yang  merupakan  kontra indikasi  pemasangan  IUD.  Rongga  vagina  dan  permukaan  porsio dibersihkan dibersihkan dengan bahan desinfektan.
·         Dengan  hati-hati  porsio  bagian  depan  dijepit  dengan  tenakulum,  agar porsio  dapat  terfiksasi.  Dilakukan  sondase  rongga  rahim  dengan  sonde rahim,  perhatikan  kelengkungan  sonde  terhadap  posisi  dan  kjedudukan uterus  (ante  atao  retrofleksi).  Tujuan  melakukan  sondase  adalah mengetahui  arah  serta  panjang  rongga  rahim,  sehingga  dapat menentukan  ukuran  IUD  yang  harus  dipasang  dan  kedudukan  elips penghenti pada inserter.
·          Setelah  kemasan  dibuka,  bagian  sayap  dari  IUD  Cu-T  dilipat  ke  arah pangkalnya  dan  ikut  dimasukkan  ke  dalam  inserter.  Cu-T  yang  terlipat ini  harus  sesegera  mungkin  dipasangkan  pada  akseptor,  agar kedudukannya  tidak  tidak  menetap  (terlipat).  Lebih  dianjurkan  agar pelipatan  ini  dilakukan  pada  saat  masih  ada  dalam  kemasan  atau kemasan belum dibuka, sehingga lebih menjamin sterilitasnya.
·          Tangan kiri pemasang  memegang pegangan tenakulum. Tabung inserter yang  didalamnya  sudah  ada  IUD  dan  pendorong  inserter  secara  halus dimasukkan  ke  dalam  rongga  rahim  melalui  orifisium  uteri  eksternum dengan  tangan  kanan.  Pada  waktu  memasukkan  inserter  dengan  IUD  di dalamnya,  harus  sampai  elips  penghenti  tertahan  oleh  serviks  uteri, sehingga  ujung  inserter  telah  mencapai  fundus.  Dengan  menahan pendorong  inserter,  maka  IUD  dapat  dipasang  dan  tertinggal  di  dalam kavum uteri.  
·         Tenakulum  dilepas,  dan  diperiksa  apakah  bekas  jepitan  pada  porsio mengeluarkan  darah.  Darah  yang  keluar  dari  luka  bekas  jepitan  dan keluar  dari  orifisium  uteri  eksternum  dibersihkan  dengan  kasa  kering. Benang  IUD  yang  terlalu  panjang  dipotong  dengan  gunting,  sehingga benang  yang  tertinggal  terjulur  dari  orifisium  uteri  eksternum  sampai kira-kira  2  atau  3  cm  dari  introitus  vagins.  Dengan  bahan  desinfektan dilakukan  desinfeksi  pada  daerah  orifisium  uteri  eksternum  dan  luka bekas tenakulum.
·         Spekulum  dilepas  dan  sebelum  mengakhiri  pemasangan,  dilakukan pemeriksaan  colok  vagina  untuk  memastikan  bahwa  seluruh  IUD  sudah masuk  ke  dalam  rongga  rahim  sehingga  ujung  IUD  tidak  teraba  lagi, serta untuk menempatkan benang IUD pada forniks anterior vagina agar tidak memberikan keluhan pada suami saat koitus.
·         Setelah  selesai  pemasangan  ditanyakan  pada  akseptor,  apakah  cukup nyaman dan tidak merasa pusing atau sakit perut yang berlebihan. Awasi juga keadaan umum akseptor sesudah pemasangan IUD.
TEKNIK PENCABUTAN IUD
·         Akseptor dipersilahkan  berbaring dengan posisi litotomi, tangan ada di samping badan atau di atas kepala agar kedudukannya lebih santai dan otot tidak tegang
·         Untuk mensterilkan daerah vulva dan sekitarnya, dilakukan toilet dengan bahan    bahan  desinfektan.  Agar  tidak  mudah  terkena  kontaminasi  dari kulit di sekitar alat genitalia pada saat pemasangan IUD, maka dipasang duk (kain) steril yang berlubang
·         Sesudah  spekulum  dipasang  dan  rongga  vagina  dibersihkan  sehingga serviks  uteri  dan  benang  IUD  tampak  jelas,  maka  benang  IUD  dijepit dengan  klem.  Pada  waktu  mencabut,  benang  harus  ditarik  perlahan-lahan.  Pencabutan  yang  terlalu  kasar  atau  tergesa-gesa  akan  berakibat putusnya  benang  IUD.  Lebih  bijaksana  pencabutan  dilakukan  dengan menegangkan benang IUD, dan IUD akan tercabut dengan sebdirinya.
·         Apabila  benang  IUD  tidak  tampak,  benang  putus  atau  pada  waktu pencabutan  dirasakan  tarikan  berat,  hendaknya  akseptor  dikirimkan kepada  dokter  yang  berwenang  menanganinya  lebih  lanjut  dengan  surat rujukan.
TINDAK LANJUT PEMASANGAN IUD
·          Akseptor  diminta untuk datang  kembali  ke klinik  untuk diperiksa pada 1  minggu, 1 bulan dan 3 bulan  setelah  pemasangan  serta  sedikitnya  tiap  6  bulan  sesudahnya. Tindak lanjut ini digunakan untuk mengetahui apakah adad keluhan dari akseptor,  ada  tidaknya  efek  samping,  ada  tidaknya  kegagalan (kehamilan),  dan  tentu  saja  untuk  mengetahui  apakah  IUD  masih terpasang dengan baik.
·         Salah  satu  cara  untuk  mengetahui  apakah  IUD  masih  terpasang  adalah dengan  mengajar  akseptor  melakukan  pemeriksaan  terhadap  dirinya sendiri.  Akseptor  diajar  untuk  memeriksa  IUD  sendiri  dengan  cara membasuh  tangan  kemudian  memasukkan  jari  tangannya  ke  vagina hingga  mencapai  serviks  uteri,  dan  meraba  apakah  benang  IUDnya masih  bisa  diraba,  tetapi  dianjurkan  agar  tidak  menarik  benang  IUD tertsebut.
·         Apabila  benang  tidak  teraba,  akseptor  diminta  untuk  tidak melakukan koitus dan segera datang ke klinik. 
berikut adalah video pemasangan spiral:








 DAFTAR PUSTAKA
 1.  Soeprono,  Bharoto  W.  Keterampilan  Terapi  Pemasangan  Alat
Kontrasepsi  Dalam  Rahim.  Laboratorium  Obstetri-Ginekologi.
Yogyakarta : Fakultas Kedokteran UGM. 2001
2.  Wiknjosastro,  Hanifa  dkk.  Ilmu  Kandungan.  Edisi  kedua.  Jakarta  :
Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. 2001
3.  Cunningham,  MacDonald,  Gant.  Obstetri  Williams.  Edisi  18.  Jakarta  :
Penerbit Buku Kedokteran EGC. 1995